Katibung,-Pihak PT.San Xiong Steel yang berada di jalan lintas Sumatera KM 23 Dusun Suka Bandung, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan (Lamsel) tertutup kepada wartawan pasca terjadinya kecelakaan kerja di area perusahaan, Sabtu (19/06/2021) lalu.

Dalam peristiwa ini satu orang pekerja mengalami kecelakaan. Korban diketahui bernama Idris (40) warga Dusun Suka Bandung, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lamsel.

Sejumlah awak media sempat mendatangi perusahaan, namun tidak ada satu pun management perusahaan yang mau memberikan keterangan terkait penyebab kecelakaan yang dialami Idris, yang hingga kini masih menjadi misteri.

Diketahui kecelakaan kerja di perusahaan ini sudah sering terjadi. Informasi yang dihimpun dari para pekerja PT San Xiong Steel, saat kejadian Idris langsung dilarikan ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Bandar Lampung, diduga terkena ledakan tabung gas.

Ketua GMBI Lamsel, Hery Prasojo.SH mendesak pihak terkait agar mengusut tuntas ikhwal kecelakaan itu. Heri menegaskan jika perusahaan lalai harus ditindak tegas.

Dikatakannya, Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lamsel seharusnya lebih maksimal dalam melakukan pengawasan terhadap Sistem Kesehatan dan Keselamatan kerja (K3) perusahaan agar kejadian kecelakaan kerja dapat diminimalisir.

“Kejadian yang menimpa Idris adalah akibat minim dan lemahnya pengawasan oleh pihak perusahaan maupun OPD terkait,” tukasnya.

Ia menyebut, meski kewenangan pengawasan telah beralih ke Disnaker Provinsi Lampung, namun bukan menjadi alasan Disnakertrans Lamsel lemah tutup mata, “Kejadian ini mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang ada di Lamsel,” timpalnya lagi.

Terpisah, Ketua Dewan Anak Adat (DAA) Lamsel, H Andi Azis menyesalkan kejadian itu. Menurut dia, seharusnya pihak perusahaan memperhatikan safety para pekerja, “Pekerjaan yang mengandung resiko tinggi dan berbahaya harus dilengkapi Sistem Management Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang memadai,” tandasnya.

Ia juga menyesalkan kurangnya pengawasan dari Disnakertrans Lamsel sehingga perusahaan mengabaikan K3, “Seharusnya Disnakertrans jemput bola untuk melakukan penyuluhan tentang pentingnya K3, jangan sampai sudah terjadi kecelakaan baru turun ke lapangan,” ujarnya.(rls/Suwandi)