Nusantara-online.id,Subang – Warga penerima manfaat bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) mengeluhkan material bangunan yang beralamat di Dusun Tanjungan Desa Rancaasih,Kecamatan patokbeusi,Kabupaten Subang, Minggu (26/12/2021)

Warga penerima manfaat, Oim saat dikonfirmasi menyampaikan material yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang di sosialisasikan sebelumnya.

“Saat di sosialisasikan di pemdes saat itu penerimaan bantuan Rutilahu mendapatkan bantuan 17,5 juta, yang mana 16,5 juta berupa material, untuk 1 juta nya hanya diberikan 700 ribu kepada penerima manfaat dan 300 ribu untuk biaya administrasi,

Menurut Oim, material yang sudah di kirim kerumah tidak sesuai seperti yang disosialisasikan, saat itu di sampaikan semen yang diberikan 50 kg tetapi yang di kirim kerumah semen yang 40 kg itupun dengan merk yang tidak sesuai, selain itu seperti paku hanya di 1 kg ukuran 10 inchi dan material lainnya yang tidak sesuai, menurut saya jumlah material yang dikirim jumlahnya tidak sesuai seharga 16,5 juta, dikarenakan material yang di kirimkan juga tidak diberikan nota harga.

Lanjutnya, uang tunai 700 ribu belum di berikan, untuk yang 300 ribu itu katanya buat administrasi tidak tahu administrasi apa,” ungkap Oim

Ditempat terpisah ketua LPM desa Rancaasih, Yuli membenarkan adanya biaya 300 ribu untuk administrasi , terkait material menurutnya sudah sesuai.

“Benar adanya biaya 300 ribu untuk biaya administrasi untuk yang di lapangan mengurus surat-surat dll, yang di berikan uang tunai kepada penerima manfaat 700 ribu uang tunai, dan 16,5 juta berupa material, bila mengenai material yang diberikan oleh penerima manfaat itu sudah sesuai,” ucap ketua LPM

Menanggapi keluhan warga penerima bantuan Rutilahu, Alfi aktivitis masyarakat berharap realisasi bantuan Rutilahu supaya lebih transparan dan sesuai yang sudah di tentukan.

“Saya berharap bagi pelaksana bantuan rutilahu supaya lebih jeli dalam melaksanakan bantuan rutilahu tersebut dan dapat kroscek langsung ke lokasi apakah bantuan yang diterima oleh warga sesuai atau tidak. Sebab, bantuan tersebut dalam pengetahuannya merupakan bantuan untuk peningkatan kualitas rumah dengan memperbaiki rumah yang tidak layak menjadi layak untuk dihuni.

“bila adanya penerima manfaat mengeluhkan ada nya material bangunan yang tidak sesuai, hal ini menjadi pertanyaan apakah hasil bangunan itu nantinya layak atau tidak untuk dihuni, saya berharap kepada warga penerima manfaat bila adanya hal yang tidak sesuai atau adanya kejanggalan dalam pelaksanaan bantuan rutilahu agar melaporkan kepada pihak terkait,” tegas Alfi.(Sopyan/Wan/Tim)