CIBUBUR,Nusantara-online.id- Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto, menghadiri pembukaan Jambore Nasional ke-XI Tahun 2022 yang berlangsung di Graha Wisata (Buperta) Cibibur, Jakarta Timur, Minggu (14/8/2022).

Pada kegiatan Jambore Nasional XI yang berlangsung mulai tanggal 14-21 Agustus 2022, diikuti oleh 11.506 peserta, yang mana Provinsi Lampung turut melepas 300 kontingen yang terdiri dari 244 peserta pramuka penggalang, 34 pembina, 6 pimpinan kontingen dan 16 panitia pendukung.

Sementara, Kabupaten Lampung Selatan sendiri melepas 20 kontingen untuk mewakili daerah dalam kegiatan Jambore Nasional XI, yang dibuka langsung oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Budi Waseso.

Ketua Panitia Jambore Nasional XI Tahun 2022 Budi Prayitno dalam laporannya menyampaikan, Jambore Nasional merupakan kegiatan yang dilaksanakan 5 tahun sekali oleh anggota kepramukaan tingkat penggalang usia 11 hingga 15 tahun.

Melalui kegiatan ini, dirinya berharap, dapat menjadi wahana untuk meningkatkan kemandirian, keterampilan, persatuan dan kesatuan diantara pramuka penggalang. Kemudian, meningkatkan komitmen terhadap penghayatan dan pengalaman terhadap satya dan dharma pramuka.

“Merupakan wahana untuk merajut persahabatan antar anggota pramuka, sambil berlatih dan belajar dalam suasana yang riang gembira. Jamnas XI 2022 dilaksanakan mulai hari ini, 14 Agustus 2022 sampai dengan 21 agustus 2022,” katanya.

Sementara, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Budi Waseso menjelaskan, gerakan pramuka berperan sangat penting dalam mendidik kaum muda indonesia, yang memiliki karakter baik dan tangguh sebagai anak bangsa.

Disisi lain, kata Budi, melalui gerakan pramuka juga dapat membentuk anak bangsa yang pancasilais dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, serta siap mengabdi bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

“Pada hari ini, Gerakan Pramuka Indonesia genap berusia 61 tahun. Namun demikian, gerakan kepanduan di Indonesia telah ada sejak tahun 1912, yang berarti sudah 110 tahun gerakan pendidikan kepanduan yang ada di Indonesia,” kata Budi.

Budi menyebut, untuk membangun ketangguhan bangsa telah dilakan berbagai upaya, diantaranya diwujudkan dengan kegiatan bakti sosial, bakti masyarakat, ikut serta menolong dalam berbagai kondisi bencana alam.

Kemudian, bergerak bersama dalam membantu menanggulangi pandemi COVID-19 serta memperkuat ketahanan pangan dan melaksanakan program untuk meningkatkan pemahaman terhadap pancasila yang diwujudkan dalam prilaku sehari-hari.

“Kami juga melaksanakan kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kegiatan dan peran serta gerakan pramuka, dalam membantu pembangunan bangsa. Diantaranya, dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Radio Republik Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan lain-lain,” ungkapnya. (Kmfls)