Lampung Selatan,-Memiliki Pemerintah Daerah (Pemda) di tambah anggota legislatif, bukan suatu jaminan bisa membuat pembangunan suatu daerah dapat berkembang cepat.

Sebagai contoh, hingga kini sepanjang 524 meter Jalan utama menuju kantor Kecamatan Katibung, rusak parah. Hampir semua aspal Kala hujan mengguyur jalan ini kerap tergenang air. Dan disaat kemarau debu pun berhamburan. dan itu sudah terjadi bertahun-tahun.

Kondisi Jalan milik pemerintah Kabupaten Lampung Selatan itu berlubang mirip kubangan kerbau, kini bahkan sulit untuk dilalui kendaraan roda empat apa lagi kendaraan roda dua.Sampai kini belum pernah tersentuh perbaikan sejengkal pun dari pihak Pemkab. Padahal jalan ini akses utama menuju kecamatan Katibung.

Selain menuju kecamatan katibung , jalan ini juga merupakan jalan penghubung sentra kepasar Tanjungan dan kantor urusan agama (KUA). Warga dusun Sukadamai Desa babatan mengeluhkan jalan ini segera diperbaiki namun tak juga di perbaiki.

Roji (36), warga dusun suka damai mengatakan, selama bertahun-tahun jalan menuju kecamatan katibung rusak parah sementara jalan ini adalah salah satu akses utama menuju ke beberapa Desa dan kecamatan yang berada di kecamatan setempat.

“Jalan ini akses keluar masuknya penyumbang pajak untuk Pemda kabupaten Lampung Selatan dari beberapa perusahaan yang ada di dalam, tapi kenapa jalan rusak itu dibiarkan begitu saja, sementara jalan katibung raya yang ada di desa lain,tiap tahun di bangun.

Dia mengatakan, dengan alasan gantian, tapi kenapa di desa lain dua tahun berturut turut jalan tersebut di bangun,dengan panjang lebih dari satu kilometer.

Sementara lanjut dia, jalan ini untuk lanjutan dari rigit beton tahun 2016-2017 kurang lebih 524 meter ini di anak tirikan, ada apa dengan ini semua , jalan yang dijanjikan akan di teruskan pembangunanya pada tahun 2018 sampai sekarang tidak tersentuh.

“Ia memohon kepada pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan jalan tersebut. Terlebih jalan itu adalah fasilitas vital, setiap harinya dilintasi masyarakat yang hendak ke kecamatan,kesekolah dan kedesa terdekat,” jelasnya.

“Terus terang jalan ini akses utama menuju kecamatan, tolonglah diperbaiki. Kasihan masyarakat setiap hari lewat sini,” katanya.

Hal senada dikatakan, Nasip (40) warga lainya. Dimana kata dia, Pemerintah semestinya memprioritaskan jalan yang dilalui oleh masyarakat luas. Terlebih jalan ini menuju fasilitas umum kecamatan.

“Malu kalau dilihat masyarakat luar jalan ke luar masuk yang menuju kecamatan seperti kubangan kerbau saat hujan. Kalau kemarau debunya penuh di sepanjang jalan,” cetusnya.

Menurutnya kondisi jalan demikian rupa merupakan tamparan telak pemda dan DPRD setempat. Jalan berada di pinggir jalan besar tapi kondisinya rusak parah.

“Saya sangat berharap kepada pihak terkait, tahun 2022 ini akan di bangun tapi belum ada tanda tanda akan di bangun.(Kjk/Acg)