Katibung,Nusantara-online.id,-Salah seorang kepala desa Pardasuka,diwilayah kecamatan katibung diduga tidak mampu membayar langganan koran.

Pasalnya,sudah 6 Bulan lebih koran nusantara tak kunjung dibayar,sang kades Abdullah Saputra melintir dan pelintat pelintut saat dipertanyakan dana anggaran koran.

Selain pelintat pelintut,sudah sering (Abdulah) beberapa kali didatangi langsung kekantor desa.namun,kepala desa satu ini sepertinya terkesan menghindar dan jarang ngantor.

Sebelumnya,koran nusantara-online.id secara resmi bersurat mengajukan penawaran langganan koran masuk desa melalui sekretaris desa,dan setiap bulan koran tersebut dikirim kedesa dan diterima dirumah kades.

Menanggapi hal demikian,Salah seorang warga masyarakat Pardasuka yang enggan namanya disebutkan,menyayangkan persoalan tersebut (sang kepala desa ) terkesan tebang pilih.padahal koran nusantara milik putra daerah katibung dan resmi bila dibaca dalam Box redaksinya ada nomor induk berusahanya.namun aneh sekali sekelas kades sebagai pejabat publik tak mampu membayar koran.

“Kan,dana anggaran koran itu sudah ada anggarannya dari pemerintah,dan bisa dilihat dalam perbub.”ungkapnya,Rabu 12 Juli 2023.

Koran saja enggak sanggup bayar,kalau saya malulah,jangan gitu manusiawi,nanti giliran kasus PTSL dan Pembangunan desanya di angkat katanya nanti enggak sepandangan.ini itulah.

“Bos kades,jabatan cuman sementara ingat:tunjukan bahwa anda pemimpin yang baik jangan gara-gara persoalan koran,krisis kepercayaan masyarakat berkurang.Ingat:jangan ngeliat keatas terus,liat juga kebawah jangan sombong awas kecentok nanti enggak ada yang mau nolong,kita ini manusia kalau lagi diatas jangan lupa liat juga kebawah,pikir ajalah siapa anda sebelumnya,jadi jangan sombong amat.”pesannya.

Terlelas dari itu,Warga menambahkan,Anggaran Dana Covid 19 pada jaman covid anggarannya diduga tak transparan.itu tidak pernah terekspos.Bukan saja dana covid dana pembangunan desa sejauh ini belum pernah terekspos,padahal berdasarkan undang undang keterbukaan informasi semua yang mengunakan anggaran dana negara wajib di ekspos agar warga masyarakat mengetahui.Tujuannya agar semua transparan,jujur dan amanah.ini sebaliknya tidak pernah terekspos.

“Sekecil apapun yang menggunakan keuangan negara wajib terekpos”ucapnya menambahkan.

Berbeda dengan,Sahrul Penghantar koran Warga Pardasuka,sudah berulang kali menemui kepala desa (Abdullah).saat dikonfirmasi soal koran.katanya belum cair,nanti nunggu cair.ucap Sahrul menirukan ucapan kepala desa Abdullah.

“Hadu kutunggai kades,jumat nambi Ani iya ia ngain khatomg mit lamban nie hani sabbtu goh mamak mit lamban.Sabbetu kukitai anah alasan iya aga nyeppok utangan pai,cak ngehejaon ulun,harus nie kan dang janji-janji.hadeeh adu mak betik lah goh nie,”pungkasnya.

Sementara itu,Bendahara desa Elan Saat ditemui dikantor desa dirinya sebagai bendahara desa mengarahkan untuk menemui kades.

“Soal pembayaran koran silahkan temui aja kades.karena semua sekarang kades yang megang dana dana semuanya.karena saya enggak dilibatkan sebagai bendahara”ucapnya.

Kemudian,Elan mengarahkan kepada Sutrimo pihak aparatur desa. “saya udah pesankan ke Trimo untuk disampaikan,tapi katanya belum ada jawaban,nanti katanya.

Elan menambahkan,memang benar dana untuk berlangganan koran itu benar adanya ada dari pemerintah sebesar Rp.5 juta pertahun. namun semenjak semua dana dana dipegang kades saya tidak mengetahui.”jelas Elan

Saat ditemui Haji Harsono Sekdes membenarkan,koran Nusantara masuk kedesa pardasuka,namun sejauh ini kalau belum dibayar dirinya tidak mengetahui.

“Saya sayangkan kalau enggak sampe dibayar,harusnya kan kades bisa nyelesaikan persoalan ini,”ujar Marsono diruangan kerjanya.

Marsono menambahkan,kalau sampe enggak dibayar sementara jangan dikirim dulu aja korannya mas.apalagi sampe sudah Setengah tahun lamanya.

“Coba nanti tak komunikasikan kekades,ini aku telpon kades nya Hp nya juga enggak aktif.”ucap Haji Marsono.

Sementara,Abdulah Saputra Saat ditemui dikantotnya sedang tidak ada ditempat.dikonfirmasi ponselnya selalu dalam keadaan tidak aktif.(_Hen/Wan).