Lampung Selatan,-Terkait Keluhan Debu batu bara yang dikeluhkan masyarakat dusun sebalang,Yudhius Irza, S.Hut, MM Plt Kepala Dinas Lingkungan Hiduptelah menurunkan kepala Bidang dinas lingkungan hidup kabupaten lampung selatan.

“Yudhius Irza, S.Hut, MM Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup telah memerintahkan Kabid pengawasan untuk turun kelokasi,kata Yudhius Kepada Nusantara-online.id,Senin (02/10).

‘Saya sudah perintahkan kepala bidang (Kabid) Pengawasan Lingkungan hidup Ervan untuk turun kelokasi,silahkan hubungi kabid,tunggu info lanjutan,”jelasnya singkat.

Sementara itu,Menanggapi keluhan Debu Batu Bara yang menjadi keluhan Warga dusun Tiga RT,RT 01,RT 02 Dan RT 03,kepala desa tarahan pihaknya sudah menyampaikan kepihak PLN PLTU Sibalang.

Sang kepala desa tarahan,Hairul sebelumnya sudah menyampaikan kepihak PLN PLTU sibalang.”kata Hairul Saat dikonformasi,Senin (02/10/2023).

“Saya sudah sampaikan kepihak PLN PLTU sibapang,”ujar Hairul singkat.

Sementra itu,Agung pihak manager PLN PLTU sibalang Saat dikonfirmasi awak media nusantara-online.id belum memberikan keterangan.

Dilokasi nampak sejumlah kaum hawa berdemo menuntut pertanggung jawaban terkait dampak debu batu bara.yang menjadi keluhan warga tiga RT.

Diwartakan Sebelumnya,Terkait Dugaan Polusi Batu Bara,Ratusan warga dusun sibalang tuntut perusahaan bertanggung jawab.

Warga dari dusun sebalang desa Tarahan kecamatan,Katibung Lampung Selatan itu,menuntut agar pihak manajemen perusahaan mengurangi debu yang dihasilkan oleh aktifitas bongkar muat dan aktivitas batubara.

Warga yang diketahui mayoritas ibu-ibu ini mendatangi kantor PLTU tersebut. Hamidah, seorang warga desa tarahan, mengaku kedatangan mereka untuk meminta kejelasan pihak PLTU terkait debu yang dihasilkan akibat adanya aktifitas bongkar muat batubara sebagai bahan utama penggerak generator.

“Ibu-ibu ini resah karena debu yang dihasilkan itu. Kalau kemarau seperti ini sangat terlalu berdampak. Cuaca panas, angin itu bertiup bawa debu sampai ke rumah kami, bahkan anak anak kami mengalami batuk batuk,” ujar warga sebalang ini kepada Awak Media.Senin (2/10).

Sementara itu, salah seorang warga lainya mengatakan di mengaku para warga datang sekitar jam 8 pagi. “Baru datang Bang sekitar pukul 8:00. Ada lah sekitar 100 orang. Sekarang belum ada tanggapan dari pihak PLTU sebalang,kami tidak akan pulang kalo belum ada tanggapan dari pihak PLTU sebalang,” ujar Hamidah.

Berdasarkan Pantauan Sejumlah Media,puluhan sepeda motor tampak berjajar di depan akses pintu masuk menuju PLTU. Puluhan kendaraan roda dua ini sempat menyulitkan beberapa kendaraan terutama kendaraan roda empat untuk memasuki area PLTU, bahkan sempat emak emak mendorong pintu gerbang PLTU sebalang.

Sampai berita ini diturunkan sementara pihak PT.PLTU Sibalang Belum dapat dikonfirmasi.(Dk/Hen).