Lampung Selatan,-Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berkolaborasi dengan SMA PGRI Katibung mengembangkan video Animasi 2 Dimensi (2D). Sebagai media pembelajaran bahasa inggris kelas X (sepuluh) dan upaya penerapan Kurikulum Merdeka berbasis kearifan lokal.

Tim dosen Polinela diketuai oleh Oki Arifin, S.Kom., M.Cs., beranggotakan Khusnatul Amaliah, S.Kom., M.Kom., Yusep Windhu Ari Wibowo, S.Pd., M.Pd., serta dua orang mahasiswa program studi Manajemen Informatika Andri Febriyadi Putra dan Ketut Putri serta satu orang mahasiswa program studi Pengelolaan Perhotelan Vina Lupitasari.

Oki mengatakan, kegiatan ini merupakan pengabdian yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.

Tim pengabdian terdiri dari dosen dan mahasiswa dari Politeknik Negeri Lampung hadir untuk melaksanakan kegiatan pendampingan yang bertujuan mengembangkan media pembelajaran yang efektif. “Dalam rangka penerapan Kurikulum Merdeka berbasis kearifan lokal,” kata Oki, pada Rabu (20/9/2023).

Lebih lanjut, Oki menyampaikan, penggunaan media pembelajaran animasi dilaksanakan dalam upaya memajukan budaya literasi tentang sejarah lampung kepada siswa siswi SMA. Yang di implementasikan pada mata pelajaran Bahasa Inggris pada pokok bahasan Narrative Text.Peserta pendampingan ini adalah guru SMA PGRI Katibung yang merupakan salah satu sekolah SMA Penggerak di daerah Lampung. “Inovasi baru dalam pembuatan media pembelajaran menjadikan peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pendampingan,” ujar.

Pendampingan tersebut berfokus pada pembuatan video animasi 2D yang berjudul “The Origins Of Lampung City”. Tujuan dari kegiatan pendampingan ini adalah pembuatan media pembelajaran pada pokok bahasan narrative dengan inovasi media berbasis video animasi.

Diharapkan, lanjut Oki, menjadi solusi media dalam merangsang kemampuan berbahasa inggris siswa sekaligus memperkenalkan cerita asal-usul Lampung dengan cara yang menarik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengatasi dua masalah utama.

Pertama, kurangnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi yang berdampak pada kurang optimalnya penyampaian materi oleh guru kepada siswa, terutama dalam pembentukan karakter materi Narrative Text dan penanaman nilai-nilai moral. Kedua, minimnya budaya literasi terhadap naskah-naskah nusantara di kalangan siswa. Kegiatan ini sendiri mencakup beberapa tahapan diantaranya yaitu edukasi, pelatihan, diskusi, serta pendampingan langsung dalam pembuatan video animasi 2D, kegiatan ini menghasilkan dampak yang signifikan.

“Setelah ini, para guru SMA PGRI Katibung tidak hanya mampu membuat media pembelajaran yang menarik, tetapi juga menghasilkan inovasi media untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mereka,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMA PGRI Katibung, Ismail, S.E., MM. mengapresiasi upaya bersama ini. Ia berkata, sangat berterima kasih kepada dosen-dosen Polinela yang telah bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dengan guru dari SMA PGRI Katibung.

“Kegiatan ini memberikan peluang besar bagi guru untuk mengembangkan keterampilan mereka dalam inovasi dan pembuatan media pembelajaran,” kata Ismail.

Kegiatan kolaboratif yang melibatkan Politeknik Negeri Lampung dan SMA PGRI Katibung ini, ujar Ismail, telah membuka peluang bagi peningkatan kualitas guru dalam inovasi pembuatan media pembelajaran. “Semoga kolaborasi semacam ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi dunia pendidikan terkhusus di Lampung,” ujarnya.

Karena kegiatan ini, tambah Ismail, menjadi bukti konkret bahwa pendidikan yang inovatif mampu mengatasi tantangan di dalam kelas dan juga memberikan pandangan yang lebih luas tentang kekayaan budaya lokal.

Kolaborasi antara Politeknik Negeri Lampung dan SMA PGRI Katibung telah menciptakan ruang pembelajaran yang menarik dan efektif, serta membantu memupuk budaya literasi di kalangan generasi muda. (***)