Lampung Selatan,-Oknum kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri 1 Sinar Rejeki,Sutarto.,S.Pd mengirimkan surat kepada Awak media melalui Chat WhatsApp Senin (11/03),Surat yang dikirim Sutarto bermaterai 10 ribu yang ditanda tangani ketua komite sekolah atas nama Samuri,pada Senin 11 Maret 2024.surat peryataan tersebut berbunyi:

Nama:Samuri

Jabatan:Ketua Komite SDN 1 Sinar Rejeki

Alamat:Dusun Sumber Bakti,Desa Sinar Rejeki

Memberikan kewenangan kepada:

Nama;Sutarto

Jabatan:Kepala Sekolah SDN 1 Sinar Rejeki

Untuk menandatangani arkas atau dokumen lain yang menjadi kewenangan kami pada saat mendesak dan saya sedang tidak berada ditempat atau rumah demi kelancaran tugas dan wewenang kami di SDN 1 Sinar Rejeki demikian peryataan ini kami buat untuk digunakan dengan sebaik baiknya.

Sebelumya oknum kepsek SDN satu Sinar Rejeki memberikan keterangan kepada sejumlah media ada bukti video pengakuannya telah memalsukan tanda tangan ketua komite pada Jumat (8/03) beberapa hari lalu.

Kemudian sang oknum mengintimidasi Wartawan meminta pemberitaan di stop.

“Mas, bisa enggak pemberitaan di stop,biar selesailah gimana caranya,”pinta Sutarto Kepada Wartawan,pada Minggu (10/03) kemarin.

Sutarto juga mengaku telah dihubungi Ketua Kelompok kerja kepala sekolah (K3s) yang bernama Ely Hidayat.

Di Konfirmasi Terpisah,Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3s) Wilayah Jati Agung Saat dikonfirmasi redaksi nusantara-online.id,dirinya (Ely Hidayat) enggan memberikan tanggapan.

“Ely Hidayat akan mengkonfirmasi lebih dulu kepada yang bersangkutan (Sutarto),”ujar Ely Hidayat dalam balasan Chat SMS WhatsAppnya.

Sementara itu Ketua DPP LSM Gerakan Peduli Anggaran Negara (GPAN) Indonesia,Eddy Saputra Sitorus menanggapi perihal surat tersebut itu adalah upaya surat dadakan,untuk menyelamatkan omongan kesalahan kepala sekolah,yang mengaku telah memalsukan tanda tangan komite.

“Pria itu menilai ini ada dugaan intimidasi dari Sutarto kepada ketua komite,itu upaya intimidasi,untuk menyelamat kesalahan yang dibuat Sutarto,”ungkap Eddy.

Yang pertama,Sutarto tidak melibatkan Komite terkait penyusunan Rencana Anggaran Dan Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS) Tahun 2023 Sampai Tahun 2024.

Yang Kedua,Sutarto.,S.Pd bertanda tangan sendiri dalam penyusunan RAPBS,padahal rumah komite tidak jauh dengan sekolah tersebut.

Kan,rumah komite dekat,dan dia (Komite) punya nomor ponsel kalau dihubungi tidak mungkin dia tidak datang,atau temui dirumanya kan dia ada,terkecuali misal dia sakit dan berhalangan,atau komite berada jauh diluar kota,ini dia (komite) kan tidak sedang berada diluar kota,dan rumahnya juga dekat dengan sekolah tersebut.

“Jadi surat yang dibuat hari ini,upaya surat untuk menyelamatkan kesalahan oknum kepsek yang bernama Sutarto,”sebut Eddy.

Yang lucunya kasus ini,Lanjut Eddy surat Penyusunan SPJ Dan RAPBS tahun 2023 sampai tahun 2024 tidak melibatkan komite dan tidak ditanda tangani komite namun anehnya bisa dapat dicairkan di Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.

“Padahal jelas,surat Pencairan yang ditanda tangani di RAPBS itu palsu dan dipalsukan oleh kepala sekolah,dan itu sebuah pelanggaran hukum,kenapa bisa dicairkan,”ungkapnya lagi.

Pertanyaannya,atas perintah siapa Sutarto ber tanda tangan didalam penyusunan dokumen RAPBS sementara komite mengaku tidak pernah bertanda tangan.

Sementara,kasus ini bukan saja terjadi di SDN 1 Sinar Rejeki akan tetapi di seluruh SDN di Wilayah Kecamatan Jati Agung memiliki pola yang sama.”imbuh Eddy.

Jadi dimana,bentuk pengawasan K3s dan itu patut dipertanyakan,dan kasus sutarto tersebut merupakan upaya dugaan korupsi anggaran dana Bantuan Operasional sekolah (Bos).

“Ada keterangan Sutarto di Video dirinya mengaku memalsukan tanda tangan komite,dan itu tindakan kriminal dan ini dapat dilapokan ke aparat penegak hukum,”tegas Eddy.(Feki/Hen).