Lampung Selatan,-Oknum kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri 1 Sinar Rejeki,Sutarto.,S.Pd di duga memberikan keterangan palsu kepada publik.Selain memberikan keterangan palsu,sutarto memberikan keterangan yang serampangan alias membela kesalahan dirinya sendiri.

Jadi bukan ARKAS, Tapi penyusunan Rencana Anggaran Dan Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS),juga Anggaran Dan Pedapatam Belanja Sekolah (APBS) yang telah dicairkan dan di SPJ kan Dan tanda tangan komite dipalsukan oleh Sutarto dari Tahun 2023 sampai Tahun 2024.

“RAPBS Dan APBS Bung,Bukan ARKAS,”Kata Ketua DPP LSM Gerakan Pemantau Anggaran Negara (GPAN) Indonesia,Eddy Saputra Sitorus,kepada Redaksi Nusantara-online.id,Rabu (13/03/2024).

“Dari tahun 2023 Sampai Tahun 2024 Tanda Tangan Komite di palsukan,”jelas Eddy.

Ada bukti rekaman komite,tidak merasa bertanda tangan,dan komite juga tidak pernah memerintah Sutarto bertanda tangan.

“Seharusnya Sutarto saat penyusunan RAPBS melibatkan Komite sekolah,Dewan Guru Dan Wali Murid.terlebih Wali murid dan komite tidak pernah diajak rapat.”ungkapnya.

“Ada pengakuan wali murid,berinisial S tidak pernah merasa diundang dan tidak pernah diajak rapat dalam penyusunan RAPBS,”ungkap Eddy.

Untuk APBS Tahun 2023 Sutarto bertanda tangan sendiri,namuh meski tanda tangan komite dipalsukan anehnya dapat cair di dinas pendidikan.

“Silahkan tunjukan,bukti undangannya mana kalau kepala sekolah dan komite sekolah pernah mengadakan rapat penyusunan RAPBS,”jelasnya lagi.

“Yang jadi pertañyaan,se urgent apa sampai tanda tangan komite dipalsukan,kan rumah komite dekat dari sekolah,apalagi istri komite sekarang ini sedang sakit,dia ada dirumah setiap hari,”tutur Eddy.

Rumah komite itu dekat,tidak jauh,apasalahnya dirinya (Sutarto) dateng kerumah komite,minta tanda tangan komite namun Sutarto memalsukan tanda tangan komite.

“APBS dan RAPBS,bukan ARKAS BOS,jadi itu yang dipalsukan,jadi Sutarto telah memberikan palsu kepada publik.”tegas Eddy.

Harusnyakan,sebelum melakukan penyusun RAPBS,diadakan rapat lebih dulu,rapat itu biasanya terdiri dari,Kepala sekolah,Dewan Guru,Dan beberapa Komite,Wali murid.Sesibuk apa Komite,sampai pencairan APBS dikendalikan sendiri,dan di tanda tangani sendiri,kan kalau tidak ada komite ada sekretaris Dan bendahara mereka bisa tanda tangan.Ini lain tanda tangan komite dipalsukan dan di tanda tangani sendiri.

“Itu upaya Sutarto untuk melakukan dugaan korupsi dana Bos.bertanda tangan sendiri,mencairkan sendiri,”ungkap Eddy panjang lebar.

Sebelumnya,Sutarto telah mengaku memalsukan tanda tangan komite namun dirinya berdalih sudah ada ijin secara lisan dari komite.berdasarkan rekaman komite tidak pernah merasa tanda tangan.jadi jelas APBS itu dikendalikan oleh kepala sekolah (Sutarto).

“Nonsense (omong kosong) itu alasan Sutarto,komite alasan sibuk lah,inilah,itulah,kan ditelpon kan bisa itu komite,atau berkasnyakan bisa dititip minta tolong ke guru tolong nanti komite suruh tanda tangan kan bisa,jadi jangan banyak ngeles itu Sutarto,”timpalnya.

Sebelumnya Sutarto,saat ditemui di Ruangan kerjanya,terkait pemberitaan tersebut dirinya (Sutarto) akan menghadirkan komite,namun alasan Sutarto komite tidak ada sedang momomg anaknya.

“Jadi omong kosong,sudah ada ijin dari komite,rekamannya pun ada,”kata dia.

Kemudian,Lanjut Eddy sang oknum mengirim surat kepada awak media, bahwa sudah ada ijin secara tertulis dari komite pada Senin tanggal (11/03/2024),untuk menutupi kesalahan Sutarto.

“Sebelumnya Komite tidak pernah memberikan ijin secara tertulis,dan pengakuan komite tidak pernah merasa tanda tangan terkait APBS dan RAPBS Tahun 2023 sampai tahun 2024,pertannyaanya sudah berapa tahun Sutarto memalsukan tanda tangan,”Tanya Eddy.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kab.Lampung Selatan,Asep Jamhur akan mengkroscek kebenaran itu.

“Saya akan krocek kebenarannya,”ucap Asep kepada Wartawan,Saat dikonfirmasi.(Fh/Hen).