Lampung Selatan,-Lemahnya Kinerja kerja pengawasan Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan,dirasa belum maksimal.masih banyak dugaan penyimpangan pengunaan Dana Desa disetiap desa,padahal Inspektorat memiliki sistem aplikasi Si Dumas (Pengaduan Masyarakat) prihal pelaporan masyarakat dapat melalui aplikasi tersebut.

Sebelumnya,Pengaduan LSM GPAN menggunakan Sistem Aplikasi Si Dumas (Pengaduan Masyarakat ) ke Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan,Pada 22 Februari 2024.Terlapor Iwan Syamsuri Kepala Desa Sinar Rejeki.Diduga Mark Up Anggaran pembangunan sumur Bor Dan Bak penampungan air Bersih yang dibangun menggunakan dana desa Tahun 2023.

Kepala Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan jusrtu bertanya balik apakah pelapor sudah ada laporan ke Inspektorat,pengaduanya tanggal berapa,pelapornya siapa?Dan yang dilaporkan siapa terkait apa tanya Anton Carmana.,SE,Kepada Tim Redaksi Nusantara Saat dikonfirmasi Pada Senin (18/03/2024).

“Terkait apa itu ya,itu kayaknya tim sudah turun,hasilnya (Inspektorat) tidak bisa menyampaikan karena masih dalam proses,”kelit Anton.

Disinggung Apakah Sang Kepala Desa sudah pernah dipanggil,ya kata Anton kepala desa belum pernah dipanggil namun inspektorat yang turun coba panggil mana Irban V,kalau itu tim sudah turun sudah ditindak lanjuti apalagi itu laporannya sudah satu bulan,tim sudah turun dan cek lokasi.

” untuk tanggalnya saya lupa soalnya bukan saya yang turun,”kelit Anton.

Kalau Eddy itu saya kenal,kata Anton dia itu kan lawan politiknya kades dia Eddy kalah waktu itu sama kades sekarang ini.dia itukan (Eddy) nyalon kades sinar rejeki juga,tiap ada apa yang nilainya 10 dilaporin yang nilainya 20 dilaporin.ya kecil kecil gitu.”ucap Anton terkesan tendensius.

Terlepas dari itu,Anton menjelaskan,kalau pelapornya tidak jelas maka pengaduannya di arsipkan.

“Itukan,pengaduan masyarakat melalui sistem aplikasi kalau saya analisa pengaduan itu pengaduan khusus ke Irban V,kalau datanya tidak lengkap biasanya orangnya kita panggil dulu,kita klarifikasi dulu,dugaan awalnya ada tidak.Dan Buktinya Ada tidak gitu loh,”ucap Anton.

Kalau saya panggil sipelapor terkait apa,cukup di Irban V aja, itu pengaduan kasus semua adanya di Irban V (ke-Ikwan Setiawan),”pungkasnya.

Menangapi Keterangan Kepala Inspektur Anton Carmana sepertinya telah menyerang secara personal pribadi Eddy Saputra Sitorus.ST.MT.

Menurut Eddy ucapan Anton Carmana tidak harus membahas soal pribadi seseorang terkait pencalonan menang atau kalah.

“Ini artinya Kepala Inspektur terkesan tendensius adanya keberpihakan dengan kepala desa.tidak bisa membedakan antara laporan dan kalau soal itu,yang sudah sudah,harusnya corong Anton tidak berbicara demikian,”timpal Eddy.

Laporanya kan, sudah jelas melalui Aplikasi Si Dumas (Pengaduan Masyarakat) ke Ispektorat dan ada bukti tanda terimanya.

(Kalau Eddy itu saya kenal,dia itu kan lawan politiknya kades dia Eddy kalah waktu itu sama kades sekarang ini.dia itukan (Eddy) nyalon kades sinar rejeki juga,tiap ada apa yang nilainya 10 dilaporin yang nilainya 20 dilaporin.ya kecil kecil gitu.)

Menanggapi hal ini Sambung Eddy apakah masyarakat tidak boleh melapor karena yang melapor seorang Eddy.kemudian diabaikan.apakah harus yang dilaporkan bernilai ratusan juta rupiah.kan yang dilaporkan juga nilai nya seratus juta lebih.Ini Aneh ucapan Kepala Inspektur ngawur menyerang secara personal,”timpal.Eddy.

Seharusnya ucapan Anton tidak menyerang pribadi atau tidak menyinggung soal pencalonan menang kalah.terkesan (Anton) tak beritika.Kalau Tim Inspektorat sudah turun kenapa (Irban V) tidak menghubungi,harusnya telpon dong,kan dilaporan itu jelas sipelapor Eddy Saputra Sitorus,disitu ada nomor ponsel saya.Atau panggil saya kedesa,siapa takut saya berani hitung hitungan.

“Ayo sama sama kita hitung,bila perlu hadapkan saya dengan kepala desa,”tegas Eddy.

Apa bedanya,Sambung Eddy laporan melalui Sistem Aplikasi dengan datang langsung.Untuk apa di adakan sistem aplikasi bila perlu ditutup saja,itu sistem aplikasi ketimbang menghabiskan anggaran negara.

Belum ada itu,hasil pemeriksaan Inspektorat didesa yang masuk keranah kejaksaan.ada pun pembinaannya seperti apa itu tidak jelas.Harusnya,Inspektorat bisa independent,tidak bisa diatur siapa saja,meski kepala daerah sekalipun.

Laporan sayakan jelas,ada nama pelapor,dan yang dilapokan kan juga jelas,ada bukti fakta terkirim didalam Sistem Aplikasi Si Dumas pada tanggal 22 Pebruari.Dan laporan itu sudah saya perbaiki,jadi apa lagi yang kurang jelas,”ujar Eddy.(Hen).