Katibung,Nusantara-online.id,-Ribuan buruh PT.Sari Segar Husada (SSH) melakukan aksi unjuk rasa menuntut perusahaan bertanggung jawab untuk mengeluar uang Tunjangan Hari Raya (THR).

Aksi unjuk rasa tersebut,Tepatnya didepan perusahaan yang beralamat di wilayah desa rangai tri tunggal kecamatan katibung lampung selatan,dari pukul 13:00 Wib sampai malam hari ini belum ada kejelasan dari perusahaan.

Teriak Buruh meminta THR,apabila pihak perusahaan tidak mau bertanggung jawab,maka para buruh belum mau pulang sampai perusahaan bertanggung jawab.”ucap Buruh PT.SSH,Romli Saat diwawancarai sejumlah Wartawan,Jumat malam (5/04/2024).

“Belum ada pihak perusahaan yang mau bertanggung jawab dan tidak ada kejelasan,”ungkapnya.

Romli meminta kepada dinas tenaga kerja kabupaten Lampung selatan membela Hak-hak buruh dan jangan tutup mata.

“Keluarkan,hak-hak buruh sesuai aturan dan prosedur yang ada,”timpalnya.

Hal berbeda dengan rekan buruh satu ini,Ali Rohman Terkait THR tahun 2024 ini belum ada kejelasan dari perusahaan.Tahun sebelumnya biasanya lancar lancar saja tidak rusuh seperti tahun ini.Tahun 2023 lalu Biasanya pihak PT.SSH.memberikan THR sebesar Rp.2.861.000 (Dua Juta Delapan Ratus Enam Puluh Satu Ribu Rupiah).

“Infonya (THR) diduga mau dipotong, enggak jelas infonya mau dikasih separuh,intinya perusahaan tidak mau bertanggung jawab,”keluh dia.

Mirisnya Sambung Buruh borongan tersebut,pihak perusahaan terkadang mempekerjakan karyawannnya dalam 1 bulan hanya 3 hari kerja dengan upah Rp.500 ribu rupiah.Hal demikian dibenarkan oleh para buruh borongan tersebut.Gaji 1 bulan Rp.500 ribu dibagi 12 bulan artinya pihak perusahaan tidak memberikan tunjangan hari raya tahun ini.Sementara ( Buruh_Red) ada yang sudah bekerja 3 tahun sampai 10 tahun bekerja diperusahaan ini.

“Kami belum mau pulang,bila perlu minap sampai pagi disini (Buruh) baru mau pulang bila ada kejelasan dari perusahaan atau dari perwakilan perusahaan,”tandasnya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari perusahaan PT.Sari Segar Husada (SSH).

Berdasarkan Pantauan Nusantara-online.id malam hari ini ribuan buruh Borongan dan buruh harian PT.SSH menuntut pihak perusahaan bertanggung jawab.Kondisi Jalan lintas Sumatra terpantau macet dengan adanya unjuk rasa tersebut.(Hen).